Selasa, 04 Juni 2013

Suka Duka belajar di Negeri Orang



I took this picture on the way to the Byodo-In Temple, Hawaii
Setahun lebih berada di negeri orang, banyak pengalaman menarik yang dapat saya bagikan kali ini. Mungkin banyak orang bertanya-tanya seperti apa rasanya hidup di Negeri orang. Tulisan saya kali ini tidak saja menceritakan suka duka belajar di negeri orang namun juga beberapa tips yang mungkin berguna bagi adik-adik, ataupun bapak ibu yang berencana berlibur atau kuliah di Negeri Paman Sam. Banyak pertanyaan yang mengalir lewat inbox facebook ataupun email saya tentang bagaimana kebiasaan makan saya selama tinggal disini, budaya, agama, dan pergaulan sesama mahasiswa, pola belajar dll. Sebagai salah satu penerima beasiswa Ford Foundation tahun 2010 Alhamdulillah hidup saya tidak kekurangan meskipun saya tidak mempunyai pekerjaan sampingan karena memang ijin visa saya hanya untuk visa belajar. Pola makan saya tetap sama 3 kali sehari, terkadang sampai 5 kali sehari (jika dikejar deadline papers). Banyak mengkonsumsi roti dan daging  membuat berat badan saya bertambah. Anyway, harga makanan di state (Negara bagian) tempat saya tinggal memang termasuk yang termahal di AS. Dengan harga $10 (termasuk mahal bila dibandingkan dengan harga makanan di state lainya) saya bisa mendaptkan vegetarian sandwich yang lumayan untuk mengganjal perut . untuk ukuran harga makanan, dan tempat tinggal, Hawaii memang salah satu state dengan biaya hidup paling tinggi di AS. Hal ini dikarenakan Hawaii merupakan salah satu state tujuan wisata di AS.
Sebagai mahasiswa pasca sarjana terkadang saya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memasak selain kampus dan apartemen yang letaknya berjauhan dan beban kuliah serta praktikum yang luar biasa banyaknya membuat saya menjadi salah satu pelanggan Mc Donald, Burger King dan Safeway :D (tempat ini menawarkan makanan dengan harga super murah untuk ukuran kantong saya). Disinipun terdapat banyak jenis makanan Asia, dan Eropa. Dengan harga $25, kita bisa mencicipi masakan Eropa direstoran-restoran yang ada di Waikiki.
Pertanyaan selanjutnya yang sering dilayangkan adalah bagaimana perlakuan AS terhadap warga muslim. Sebagai salah seorang muslim, selama menetap di Hawaii ataupun mengunjungi Negara bagian lain seperti California, Washington,  Las Vegas dan lainnya saya tidak pernah menerima perlakuan kasar dari masyarakat AS meskipun saya wanita berjilbab rapat. Perlakuan kurang menyenangkan pernah saya terima dari seorang warga keturunan Asia di Amerika. Ia melayangkan makian, tepat saat peringatan 11 September tahun 2011.  Saya hanya mencoba berpikir baik saja, mungkin ia adalah salah seorang keluarga korban 11/9. Penghargaan terhadap agama yang saya anut juga saya terima di kampus dimana saya belajar. Dosen-dosen saya selalu mengijinkan saya untuk melaksanakan ibadah disaat diskusi sedang berjalan saya diijinkan untuk meninggalkan kelas dan melaksanakan ibadah. Meskipun memang tidak ada tempat yang di khususkan sebagai tempat beribadah (mushola). 
AS memang menerapkan standard yang sama untuk semua sekolah dan universitas di setiap Negara bagian. Pola belajar yang demikian berbeda menyebabkan semester awal saya sedikit mengalami hambatan . Beban kuliah berupa bacaan (buku, jurnal penelitian dan artikel), observasi kelas, dan penelitian menyebabkan saya kelelahan fisik dan mental. Penerepan teori dengan langsung dipraktekkan dan membaca merupakan suatu kewajiban, sehingga ketika kelas berlangsung kita bisa ikut ambil bagian dalam diskusi. Plagiarism merupakan hal yang dianggap criminal. Jangan sekalipun menggunakan idea tau pendapat seseorang tanpa mencantumkan nama orang tersebut dalam referensi. Hukuman untuk pelanggaran ini sangat tidak main-main, pelaku plagiarism akan mendapakan transkrip nilai dengan catatan Plagiat didalamnya. Ide dan pendapat sangat dihargai dalam diskusi kelas. Tidak ada pendapat yang dianggap kurang baik meski kadang pendapat atau ide tersebut kadang tidak masuk akal. Motivasi yang besar dari Professor menjadikan mahasiswa bersemangat untuk menyelesaikan tugas. Diskusi kapanpun bisa dilakukan baik melalui email ataupun tatap muka. Hubungan Professor dan mahasiswa diluar kelas bisa menjadi sangat dekat dan tentu saja bukan jaminan bahawa bisa lulus dari mata kuliah ybs. Kebiasaan saya di tanah air yang selalu menunda pekerjaan, tidak bisa dilalukan ketika belajar disini. Sekali kita ketinggalan akan sangat sulit untuk mengejar ketertinggalan kita. Disiplin dengan waktu merupakan salah satu kunci keberhasilan belajar di AS. Serahkan semua tugas tepat waktu, dan jangan terlambat masuk kelas.
Bersambung…


1 komentar:

  1. Hallo kak Rahma. Saya Alisa dari Medan. Senang membaca artikel kakak membuat saya jadi termotivasi ingin kuliah di hawai kak. Boleh bertanya tanya ga ni kak mengenai kuliah di hawai? Kalau boleh balas ke email ya kak hehehe alisamedina1995@gmail.com kak . Terimakasih kak Rahma :)

    BalasHapus

Belajar Di Kanada

Setelah sekian lama vakum menulis di blog ini, akhirnya saya punya waktu luang untuk kembali menuliskan pengalaman saya belajar dan travelli...