Kau, wahai sang sutradara, perangkai cerita dalam hidupku
Aku, sang artis, menjalani adegan atas rancanganmu
Jangan penat wahai Sutradara
meski sering aku bersungut
Jangan penat menulis takdirku,
Meski kadang aku sukar mengikuti arahanmu
Seringkali aku mengeluh karena rancanganmu tidak sejalan dengan rencanaku
dan terlalu sering aku lupa siapa sutradara dan siapa sang artis
Sekiranya Engkau penat menulis takdirku, biar kutulis dan kulakonkan sendiri
Sehingga adegannya bisa sesuai dengan apa yang kuingin
Semua adegan drama bisa kuhapus, semuanya menjadi bahagia
Sekiranya engkau lelah merangkai nasibku, biar aku rangkai sendiri.
Kan rangkai dia dengan sejuta senyum.
Jangan penat denganku,
Sebab bila kau penat maka tiada tempat lagi bagiku dalam adeganmu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belajar Di Kanada
Setelah sekian lama vakum menulis di blog ini, akhirnya saya punya waktu luang untuk kembali menuliskan pengalaman saya belajar dan travelli...
-
I took this picture on the way to the Byodo-In Temple, Hawaii Setahun lebih berada di negeri orang, banyak pengalaman menarik yang d...
-
Alhamdulillah akhirnya rencana menulis dan punya blog sendiri tercapai juga. Setelah punya alamat blog hampir setahun. Nulisnya baru kesampa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar