Selasa, 04 Juni 2013

Mochi Ice Cream

Chocolate mint, green tea, azuki bean :)
Kalau ingat tentang mochi pasti yang terbayang kue kenyal-kenyal asal jepang kan??? :)
Nah di Hawaii, kue mochi ini isinya ice cream, atau kita sebutnya Mochi ice cream. Rasanya berbeda beda ada Azuki bean, green tea, guava, lychee, mango, passion, raspberry white chocolate, sakura, strawberry, chocolate mochi dengan rasa vanila, mint, dan espress. Kalau menurut saya yang paling enak ya Azuki bean, dan lychee.
 Ice cream ini home-made alias bikinan rumahan, bukan pabrik yang diproduksi banyak dan ga di jual di supermarket. Nama rumah ice creamnya Bubbies. Selain mochi ice cream ada juga ice cream cake rasanya super yummi, namanya aneh-aneh sebut saja totally insanity,eat here-get gas, first night, prisoner of my mind, dan lainnya. Tempat ini ramenya minta ampun mulai jam 7 malam sampe tengan malam. Antriannya berjubel-jubel makin malam makin rame. Video ini diambil tahun lalu, bersama seorang kawan dari Kamboja. Changkanita Vong. I miss you girl :). Anyway Bubbies memang salah satu tempat favorite saya setelah lelah dengan tugas kampus dan kegiatan mahasiswa. Harganya lumayan terjangkau, asal jangan di konversi saja ke rupiah. Yang sempat man ke Hawaii, jangan lupa mampir di Bubbies :)






Suka Duka belajar di Negeri Orang



I took this picture on the way to the Byodo-In Temple, Hawaii
Setahun lebih berada di negeri orang, banyak pengalaman menarik yang dapat saya bagikan kali ini. Mungkin banyak orang bertanya-tanya seperti apa rasanya hidup di Negeri orang. Tulisan saya kali ini tidak saja menceritakan suka duka belajar di negeri orang namun juga beberapa tips yang mungkin berguna bagi adik-adik, ataupun bapak ibu yang berencana berlibur atau kuliah di Negeri Paman Sam. Banyak pertanyaan yang mengalir lewat inbox facebook ataupun email saya tentang bagaimana kebiasaan makan saya selama tinggal disini, budaya, agama, dan pergaulan sesama mahasiswa, pola belajar dll. Sebagai salah satu penerima beasiswa Ford Foundation tahun 2010 Alhamdulillah hidup saya tidak kekurangan meskipun saya tidak mempunyai pekerjaan sampingan karena memang ijin visa saya hanya untuk visa belajar. Pola makan saya tetap sama 3 kali sehari, terkadang sampai 5 kali sehari (jika dikejar deadline papers). Banyak mengkonsumsi roti dan daging  membuat berat badan saya bertambah. Anyway, harga makanan di state (Negara bagian) tempat saya tinggal memang termasuk yang termahal di AS. Dengan harga $10 (termasuk mahal bila dibandingkan dengan harga makanan di state lainya) saya bisa mendaptkan vegetarian sandwich yang lumayan untuk mengganjal perut . untuk ukuran harga makanan, dan tempat tinggal, Hawaii memang salah satu state dengan biaya hidup paling tinggi di AS. Hal ini dikarenakan Hawaii merupakan salah satu state tujuan wisata di AS.
Sebagai mahasiswa pasca sarjana terkadang saya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memasak selain kampus dan apartemen yang letaknya berjauhan dan beban kuliah serta praktikum yang luar biasa banyaknya membuat saya menjadi salah satu pelanggan Mc Donald, Burger King dan Safeway :D (tempat ini menawarkan makanan dengan harga super murah untuk ukuran kantong saya). Disinipun terdapat banyak jenis makanan Asia, dan Eropa. Dengan harga $25, kita bisa mencicipi masakan Eropa direstoran-restoran yang ada di Waikiki.
Pertanyaan selanjutnya yang sering dilayangkan adalah bagaimana perlakuan AS terhadap warga muslim. Sebagai salah seorang muslim, selama menetap di Hawaii ataupun mengunjungi Negara bagian lain seperti California, Washington,  Las Vegas dan lainnya saya tidak pernah menerima perlakuan kasar dari masyarakat AS meskipun saya wanita berjilbab rapat. Perlakuan kurang menyenangkan pernah saya terima dari seorang warga keturunan Asia di Amerika. Ia melayangkan makian, tepat saat peringatan 11 September tahun 2011.  Saya hanya mencoba berpikir baik saja, mungkin ia adalah salah seorang keluarga korban 11/9. Penghargaan terhadap agama yang saya anut juga saya terima di kampus dimana saya belajar. Dosen-dosen saya selalu mengijinkan saya untuk melaksanakan ibadah disaat diskusi sedang berjalan saya diijinkan untuk meninggalkan kelas dan melaksanakan ibadah. Meskipun memang tidak ada tempat yang di khususkan sebagai tempat beribadah (mushola). 
AS memang menerapkan standard yang sama untuk semua sekolah dan universitas di setiap Negara bagian. Pola belajar yang demikian berbeda menyebabkan semester awal saya sedikit mengalami hambatan . Beban kuliah berupa bacaan (buku, jurnal penelitian dan artikel), observasi kelas, dan penelitian menyebabkan saya kelelahan fisik dan mental. Penerepan teori dengan langsung dipraktekkan dan membaca merupakan suatu kewajiban, sehingga ketika kelas berlangsung kita bisa ikut ambil bagian dalam diskusi. Plagiarism merupakan hal yang dianggap criminal. Jangan sekalipun menggunakan idea tau pendapat seseorang tanpa mencantumkan nama orang tersebut dalam referensi. Hukuman untuk pelanggaran ini sangat tidak main-main, pelaku plagiarism akan mendapakan transkrip nilai dengan catatan Plagiat didalamnya. Ide dan pendapat sangat dihargai dalam diskusi kelas. Tidak ada pendapat yang dianggap kurang baik meski kadang pendapat atau ide tersebut kadang tidak masuk akal. Motivasi yang besar dari Professor menjadikan mahasiswa bersemangat untuk menyelesaikan tugas. Diskusi kapanpun bisa dilakukan baik melalui email ataupun tatap muka. Hubungan Professor dan mahasiswa diluar kelas bisa menjadi sangat dekat dan tentu saja bukan jaminan bahawa bisa lulus dari mata kuliah ybs. Kebiasaan saya di tanah air yang selalu menunda pekerjaan, tidak bisa dilalukan ketika belajar disini. Sekali kita ketinggalan akan sangat sulit untuk mengejar ketertinggalan kita. Disiplin dengan waktu merupakan salah satu kunci keberhasilan belajar di AS. Serahkan semua tugas tepat waktu, dan jangan terlambat masuk kelas.
Bersambung…


Rencana Allah selalu yang terindah





Berbicara tentang cita-cita, saya ingat dulu kata guru SD saya "gantungkan cita-citamu setinggi langit" saat itu saya masih kurang paham dengan kalimat itu. Jadi, bila saya di tanyakan tentang cita-cita jawaban saya pasti mau jadi dokter. Tak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk menjadi Guru, seperti Ibu. waktu berlalu..  beranjak dewasa, setelah tamat SMU saya melamar di fakultas kedokteran beberapa Universitas di Sulawesi. Meski niat sudah terpatri untuk menjadi Dokter, tapi cita-cita bisa saja berubah karena orang sekitar atau karena motivasi yang kurang. Well, apapun itu saya bersyukur sebab dengan tidak kuliah di Fakultas kedokteran, saya bisa meringankan beban ibu. Jika benar saya diterima tidak terbayangkan bagaimana besarnya beban yang akan di tanggung ibu. Meski cita-cita untuk menjadi dokter masih tetap ada dalam pikiran saya, saya pun memantapkan diri untuk menjadi Guru dan kuliah di fakultas keguruan di kota saya. Tidak dapat di pungkiri saat mendengar cerita kawan SMA yang saat itu menjadi mahasiswa kedokteran, hati saya selalu berkata "andai saya ada diposisi mereka". Belajar menerima keaadan dan selalu bersyukur dengan apa yang saya miliki, akhirnya saya mulai menerima bahwa saya memang di takdirkan untuk menjadi guru. Praktek mengajar pertama saya, sangat berkesan bagi dosen pembimbing waktu itu. Saya orang yang selalu gugup dan kurang percaya diri, menemuka diri saya saat berdiri di depan kelas. Saya mulai melupakan cita-cita menjadi dokter dan fokus belajar untuk menjadi Guru. Selain itu, berbagai beasiswa saya terima, sejak semester awal perkuliahan, mampu meringankan beban orang tua saya.
No more dreaming to become a doctor, I wanna be a teacher.

Saat reuni dengan kawan SMA saya memang belum bisa menghilangkan rasa ingin berada di posisi mereka. mereka yang gaya, trendi, dan super cool saat berkumpul. hehehe..  Astagafirullah, tapi itulah saya. Empat tahun berlalu, saya menamatkan kuliah dengan prestasi yang sangat baik. Saya pun mulai berkeinginan untuk mengajar manjadi Dosen di kampus saya dan beroleh beasiswa pasca sarjana. Doa saya panjatkan dan usaha saya jalankan untuk mengikuti seleksi dosen yang waktu itu diadakan di Kampus. Namun nasib baik belum berpihak pada saya, sistem jatah menjatah ala Indonesia masih berlaku. Tidak perduli bagaimana prestasi dan kerja keras anda, siapa yang anda kenal mungkin lebih utama. Dua bulan setelah itu, saya mencoba melamar majadi  PNS guru di kota saya, Alhamdulillah saya diterima. mengajar selama dua tahun, saya pun melamar beasiswa s2 Amerika. Allah maha besar, saya perempuan dari keluarga biasa, Lulus PNS hanya dengan sekali melamar MURNI, hanya dengan bantuan Allah dan Mendapatkan beasiswa ke Amerika dengan bahasa Inggris pas-pasan  hanya dengan  sekali melamar juga. Allah maha besar, tiada yang sulit untuk-Nya.

Mungkin orang selalu bertanya apa rahasianya, saya pun tidak bisa menjawab. Rencana Allah memang yang paling indah.





Senin, 04 Februari 2013

Arti Rindu



Merindukan seseorang memang selalu menyiksa, saat kita hanya mampu memandang wajahnya lewat akun Facebook dan melihat kenangan lewat lembaran jepretan foto dan video. Rindu memang selalu menyiksa bila kita tau orang yang kita rindukan mungkin lupa dengan orang yang merindukannya. Mencoba melupakan orang yang kita rindukan juga menyakitkan, karena setiap kali kita menutup mata yang terbayang adalah wajahnya. Setiap kali membuka mata ada wajahnya di pelupuk mata. Wanginya terus membekas meski harimu terus berlalu. Setiap kali kita merindukan seseorang dada terasa sesak, mata panas oleh tangis, dan lambung penuh oleh rasa rindu yang sakit.  Jika rindu begitu sakit  mungkin kita akan berpikir dua kali sebelum mengenal orang yang membuatnya merindu. Namun rindu pun mengajarkan bahwa kita adalah manusia normal. Rindu mengajarkan kita untuk bersyukur bahwa Tuhan telah membawa kita mengenal orang yang kita rindukan.  Belajar dari segala kelebihan dan kekurangan kita saat bersama. Mengenal watak dan pemikiran yang berbeda. Rindu membuat kita sadar bahwa segala sesuatu yang datang dalam hidup kita membawa hikmah dibaliknya. Hingga akhirnya, kita sadar dan berdoa semoga orang yang kita rindukan selalu bahagia meski mungkin mereka tidak merindukan kita.

Senin, 13 Agustus 2012

Belajar Nulis di Blog

Alhamdulillah akhirnya rencana menulis dan punya blog sendiri tercapai juga. Setelah punya alamat blog hampir setahun. Nulisnya baru kesampaian hari ini. Masih kagok, sedikit bingung. hehehe!!!
Kemana aja neng???? mumpung liburan summer nulis aja sedikit-sedikit kan lama-lama jadi bukit.. anyway, nulis apa ya.. oh ya perkealan dulu dah. Nama ada di profil kan, nama saya Rahma. Kata emak sih artinya berkah. Jadi kalo terjemahannya itu anak yang membawa berkah bagi keluarga. Ahhhh asalllllll.. Inshaallah :)

Belajar Di Kanada

Setelah sekian lama vakum menulis di blog ini, akhirnya saya punya waktu luang untuk kembali menuliskan pengalaman saya belajar dan travelli...