Selasa, 07 Juli 2020

Belajar Di Kanada

Setelah sekian lama vakum menulis di blog ini, akhirnya saya punya waktu luang untuk kembali menuliskan pengalaman saya belajar dan travelling di negeri orang. 
Kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya belajar di Kanada. 


Kenapa saya memilih Kanada untuk pendidikan saya? pertanyaan ini sering bangat diajukan kepada saya oleh teman-teman FB maupun instagram saya. Banyak orang beranggapan bahwa sejatinya institusi pendidikan terbaik itu adanya di Amerika atau Eropa. Bagi saya pribadi yang punya pengalaman tinggal dan belajar di Amerika kurang lebih selama 3 tahun, kualitas pendidikan di Kanada hampir tidak ada bedanya dengan institusi pendidikan di Amerika. Saya menamatkan pendidikan magister di Amerika dan saat ini sedang menyelesaikan pendidikan doktor di University of Alberta di Kanada. 

Bahkan banyak teman-teman kuliah saya yang berasal dari Amerika dan memilih kuliah di Kanada, alasan mereka adalah biaya pendidikan di Kanada lebih murah dari pada universitas di Amerika. 
Salah satu kawan saya yang  sama-sama berada di doktoral program adalah seorang dosen di University of Arizona, dan menurut beliau tidak ada pembeda antara kualitas lulusan universitas Amerika atau Kanada. Beban belajarnya sama, tugasnya sama, dan bahan bacaan juga hampir sama menurut saya pribadi. dan satu lagi stressnya juga sama mak.. 

Biaya kuliah di Kanada itu cukup terjangkau apalagi untuk international student. Sewaktu mengambil kuliah S2 saya di Amerika, biaya pendidikan pertahun adalah sekitar $40,000 (untungnya saya ga bayar sendiri 😁, terimakash Ford Foundation), sementara di Kanada sekitar $10,000 CAD. Nah jelas banget kan, universitas di Amerika itu muahall.. 

setelah hampir tiga tahun di Kanada, sejauh ini hanya satu hal yang saya keluhkan yaitu cuaca. Kanada itu berada di utara, jadi musim dingin lebih lama dan bisa sangat dingin. Eittt, tapi jangan khawatir, saya saja yang punya alergi dingin, (apa ya namanya) yang suka bentol-bentol kalo lagi dingin, disini malah hilang sama sekali. Kampus libur ga? Nop.. tetap kuliah. Saya pernah kuliah di suhu -35 dan saya survived teman-teman.. kuncinya hanya satu time mangement sama pake baju berlapis-lapis. 

Time management disini maksudnya, berhubung saya belum bisa nyetir saya pake public transports (bus sama train). Nah saya jalan ke bus stop saat busnya udah dekat, jadi ga beku nungguin busnya datang. Emang bisa lihat jadwal bus? bisa dong malah kalo busnya telat dikasih tau juga. 

Pake baju berlapis ya teman-teman.. selama setahun pertama saya di Kanada, winter pertama saya pake baju empat lapis (thermal, kaos, sweater, jaket). berat dong? ya iyalah, belum celana sama sepatunya. Tapi tenang aja, kalo teman-teman mau, bisa beli jaket bagus namanya Canadian Goose Jacket, kalo pake ini biasanya saya hanya pake 2 lapis udah hangat. Tapi ya, harganya itu cukup menguras kantong.. but worthed.

Nanti saya lanjut lagi ya.. tangan pegel ngetiknya. Anyway, kalo mau tanya-tanya bisa email saya.





Sabtu, 27 Juni 2020

Mengurus Visa Azerbaijan

Hah Azerbaijan, itu nama negara ya? pertanyaan ini dilontarkan seorang teman, ketika mendengar saya sedang mengurus visa Azerbaijan. Nah yang belum pada tahu, Azerbaijan adalah sebuah negara pecahan Uni Soviet. Negara ini terletak dipersimpangan Eropa dan Asia Barat yang di lalui gunung Kaukasus.



Tahun 2013 adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke negeri ini mengikuti suami yang menetap di Baku, ibukota Azerbaijan. Postingan kali ini akan mengenai cara pengurusan visa Azerbaijan di Jakarta. Lain waktu saya akan posting tentang kehidupan di Azerbaijan sebagai gelin (the bride) dan sebagai pendidik di Azerbaijan.

Visa Azerbaijan itu menurut saya tidak begitu sulit untuk didapatkan, baik itu visa turis atau visa pelajar. Ditahun 2013 saya mengajukan visa turis walaupun suami saya penduduk tetap. Dari visa turis kemudian saya mengajukan ijin tinggal sementara.

Untuk visa Azerbaijan, saya mengajukan lewat Embassy of the Republic of Azerbaijan di Jakarta. Waktu itu (tahun 2013) belum ada online visa seperti saat ini. Saya diharuskan transfer biaya visa ke nomor rekening kantor embassy kemudian isi formulir. Semuanya selesai dalam setengah hari saja, walaupun passport saya baru bisa diambil 3 hari setelahnya.

Karena sekarang sudah ada online visa, sebaiknya teman-teman mengajukan visa lewat online saja, apalagi yang bertempat tinggal di luar Jakarta.

Azerbaijan itu negara yang indah, cantik, dan bersih. Kotanya adalah perpaduan antara gedung modern and ancient. Ga bakal rugi melancong ke negeri ini. 





Belajar Di Kanada

Setelah sekian lama vakum menulis di blog ini, akhirnya saya punya waktu luang untuk kembali menuliskan pengalaman saya belajar dan travelli...